Author : Giovanny aka QQ aka Xiao Wei Ni
Title :Arigatoo, Donghae.
Main Cast : * Lee Donghae aka Donghae
* U aka Kinuyoka Hanari
Genre : Romantic
Setting : Japan, Seoul
Length : One shoot
“Aku memang bukan wanita yang sempurna. Tidak seperti dirimu yang menjadi pusat perhatian karena kau laki-laki sempurna. Tapi setidaknya ada yang membuatku sempurna di hadapan orang lain. Yakni kehadiran dirimu di sisiku.”
***
“Arigatoo gozaimasu! (terima kasih)” kata Kinuyoka atau biasa dipanggil Yoka saat dirinya selesai menyanyikan sebuah lagu dan mendapatkan tepuk tangan yang meriah dari pengunjung taman sakura hari ini.
Yoka yang sedang mencari uang dengan cara menyanyikan lagu itu mendapat perhatian masyarakat karena suaranya yang memukau dan membuat masyarakat tercengang.
Beberapa orang mulai meletakkan beberapa uang ke dalam kotak di depan Yoka. Yoka tersenyum kecil dan berkali-kali membungkukkan badan sebagai isyarat berterima kasih.
“Apa yang kau lakukan di tempat ini?” tanya dua orang laki-laki yang membuat Yoka buru-buru mundur setelah mengambil kotaknya.
Yoka langsung pucat. Dia tahu siapa mereka. Mereka adalah penguasa di tempat ini. Yoka pikir mereka tidak akan datang. Ternyata mereka muncul. Yoka memegang erat kotak itu. “Aku hanya mencari uang untuk ibuku.” Kata Yoka tersendat.
Salah seorang dari laki-laki itu melempar rokoknya yang hampir mengenai kaki Yoka. “Berapa uang yang kau dapat?” tanyanya dengan kasar.
Yoka semakin memundurkan kakinya. “Aku tidak tahu. Tapi aku akan segera pergi dari sini!” kata Yoka sambil membalikkan badannya.
Langkah Yoka tertahan karena ada tangan yang mencengkeram bahunya dengan erat. “Kau harus menyerahkan uang itu pada kami baru kau boleh pergi.” Kata laki-laki itu yang membuat Yoka membalikkan badan sambil memeluk kotaknya dengan erat.
“Iie (tidak)!” kata Yoka sambil mendorong tubuh laki-laki itu. Aku sudah susah payah mencari uang untuk pengobatan ibu, mau dimnta begitu saja! Tidak boleh! Pikir Yoka sambil berlari meninggalkan kedua laki-laki itu.
Nafas Yoka mulai tersengal. Bagus.... mendadak penyakit bawaan lahirnya kumat. Asma! Yoka melihat seorang laki-laki yang sedang memotret bunga sakura di depannya. Lebih baik meminta pertolongan laki-laki itu.
“ Chotto tetsudatte kudasai (tolonglah saya) !” kata Yoka sambil mengatur nafasnya.
Laki-laki itu mengerutkan kening mendengar kalimat Yoka. “I can’t speak Japannese language.” Kata Donghae kebingungan.
Yoka menatap laki-laki itu. “Where are you come from?” tanya Yoka pelan.
“Seoul.” Kata Donghae yang membuat Yoka mengangguk.
“Hae juseyo! (tolong bantu saya)” kata Yoka yang lancar menggunakan bahasa Korea.
Donghae terkejut mendengar ucapan gadis di depannya. “Waeyo?” tanya Donghae kebingungan.
Yoka menunjuk dua laki-laki di belakangnya yang masih mengejarnya. “Mereka akan mengambil uangku.” Kata Yoka masih panik.
Donghae mengangguk. “Ne. Arraso.” Kata Donghae sambil menyuruh Yoka bersembunyi di semak-semak.
“Kau melihat seorang gadis membawa kotak lewat sini?” tanya laki-laki yang bertubuh tinggi.
Donghae memasang wajah kebingungan. “I can’t speak Jappanesse language.” Kata Donghae pelan.
“Percuma tanya padanya!” kata laki-laki yang bertubuh pendek dengan kesal. “Ayo kita cari lagi!” ajaknya.
Kedua laki-laki itu menjauh. Donghae menarik nafas lega. Kenapa dia mau membantu gadis yang tidak dikenalnya. Bisa saja gadis itu mencuri uang dari dua laki-laki tadi. Donghae berjongkok di depan semak. “Keluarlah. Kau sudah aman.” Kata Donghae sambil menyibak semak itu.
Gadis itu sekarang wajahnya membiru dengan nafas tersengal. “Gwaenchana?” tanya Donghae panik.
Yoka mengacungkan jempolnya dengan lemah sambil berusaha mengatur nafasnya. Donghae langsung menarik Yoka keluar semak dan menggendongnya menuju rumah sakit terdekat.
***
Yoka masih terdiam di ranjang rumah sakit. Nafasnya sudah membaik. Donghae terus berjalan mondar-mandir di ruangannya.
“Gomawo.” Ujar Yoka pelan.
Donghae menghampiri Yoka. “Gwaenchana?” tanya Donghae cemas yang membuat Yoka mengangguk pelan. “Lee Donghae imnida. Nugusaeyo?” tanya Donghae pelan.
“Kinuyoka Hanari imnida. Kau bisa memanggilku Yoka.” Kata Yoka pelan sambil tersenyum. Sedetik kemudian Yoka melotot.
“Waeyo?” tanya Donghae panik.
Yoka mengamati sekelilingnya. “Aku mau pulang.” Kata Yoka gelisah. Bagaimana dia bisa membayar biaya rumah sakit jika dia menggunakan ruangan VVIP?
Donghae menarik tangan Yoka. “Kau masih dalam pemulihan. Tinggalah sebentar lagi.” Bujuk Donghae.
Yoka menggeleng. “Kalau aku tinggal lebih lama berapa biaya yang akan aku keluarkan untuk membayar rumah sakit?” tanya Yoka panik.
Donghae akhirnya tersenyum. “Aku yang membawamu ke sini. Itu artinya aku yang bertanggung jawab untuk pengobatanmu.” Kata Donghae yang membuat Yoka terdiam.
***
Yoka terus mencari sosok Donghae di taman sakura. Tidak ada sama sekali. Baiklah dia mengakui banyak berhutang pada Donghae dimana Donghae yang belum mengenalnya mau menolongnya.
Yoka kini tidak mengamen lagi di taman sakura. Sudah hampir setahun dia tidak bertemu dengan Donghae lagi. Ada kerinduan di hati Yoka. Walaupun pertemuan singkat itu membuat Yoka mau membuka hatinya kembali untuk laki-laki.
Semenjak ayahnya mengalami kebangkrutan karena di tipu oleh rekan bisnisnya, Yoka berjuang sendiri menghidupi keluarganya. Berbekal suara dia menyanyikan lagu-lagu. Dia tidak memiliki keahlihan apapun kecuali shopping.
Yoka menghela nafas panjang. “Setidaknya aku sekarang menjadi gadis yang kuat dan mampu memiliki toko bunga sendiri.” Kata Yoka sambil membalikkan badannya.
Yoka terdiam melihat seorang laki-laki yang sedang memotret bunga sakura. “Donghae.” Ujarnya dengan senyum dan melangkahkan kakinya.
Baru juga lima langkah Yoka berjalan, seorang gadis memeluk punggung Donghae dengan mesra. Yoka terdiam. Donghae memegang tangan gadis yang memeluknya dengan mesra.
Air mata Yoka menetes. Ternyata Donghae sudah memiliki kekasih. Yoka menghapus air matanya. Kenapa aku menangis? Apakah karena aku melihat dia kembali. Atau karena aku jatuh cinta padanya? Gumam Yoka dalam hati.
Sebuah bunga sakura terjatuh di hidungnya. Yoka memungutnya dan melihat sekelilingnya. Ternyata bunga sakura mulai berguguran. Ini memang indah. Hanya saja menambah kepedihan hati Yoka karena melihat Donghae bersama gadis lain.
Yoka melangkahkan kakinya menuju pintu keluar taman sakura. Aku tidak ingin kembali ke sini lagi!
***
“Zenbu de ikura desu ka? (berapa harganya)” tanya dua orang pelajar sambil menunjuk bunga tulip putih.
“Dua ribu yen.” Kata Yoka sambil berjalan menuju vas berisi bunga tulip putih.
“Arigatoo Yoka san.” Kata dua pelajar itu sambil mengulurkan uang pada Yoka dan menerima bunga tulip putih.
Yoka tersenyum. “Iie, dooitashimashite. (sama-sama)” kata Yoka senang.
Toko bunganya laris manis. Membuatnya memiliki pekerjaan yang lebih dipandang.
Krincing.... Yoka menoleh ke pintu dan terpaku. Donghae memasuki tokonya. Walaupun kejadian itu sudah lama berlalu, Yoka masih terus mengingatnya. Dia tidak menyangka akan bertemu dengan Donghae.
“Bisakah kau memberiku setangkai bunga mawar?” tanya Donghae di depan meja Yoka.
Yoka yang masih terpaku hanya mengangguk dan mengambil setangkai bunga mawar yang masih setengah kuncup dan memberikan pada Donghae.
Donghae menimang bunga mawar itu. “Kau bisa memberiku ide?” tanya Donghae.
Yoka terdiam. Ternyata Donghae sekarang sudah mahir menggunakan bahasa Jepang. Dua tahun cukup untuk mempelajari bahasa Jepang. Buktinya Donghae bisa berbicara fasih menggunakan bahasa Jepang.
“Ide untuk apa?” tanya Yoka heran.
“Aku ingin melamar seorang gadis. Tapi aku tidak tahu bunga apa yang akan ku gunakan.” Kata Donghae pelan.
Yoka memalingkan wajahnya yang terasa memanas dan menarik nafas panjang. Donghae tidak mengenalmu. Jangan bermimpi tentangnya. “Berikan saja bunga mawar merah.” Kata Yoka cuek. “Seorang gadis biasanya tidak akan menolak apabila di berikan bunga mawar.” Kata Yoka sambil mengambil sebuah kertas dan pulpen.
Donghae mengangguk-angguk. “Tapi dia sepertinya tidak ingat padaku. Aku juga tidak mengetahui asal-usulnya. Apakah bunga mawar cocok untuk gadis yang baru aku tahu namanya saja?” tanya Donghae sambil tersenyum kecil.
Yoka menatap Donghae. “Bunga mawar cocok untuk semua gadis.” Kata Yoka kesal. Yoka memalingkan wajahnya.
“Kalau begitu apakah kau mau menjadi pendamping hidupku, Yoka?” tanya Donghae yang membuat Yoka spontan menoleh menatap Donghae yang tersenyum.
“Hah?” ujar Yoka tanpa sadar.
Donghae mengangguk. “Aku sudah tidak melihatmu di taman sakura semenjak kita bertemu. Aku mencari tahu dimana rumahmu. Dan aku menemukanmu disini. Dua tahun waktu yang cukup lama. Aku akhirnya tahu aku tidak bisa berpisah denganmu.” Kata Donghae panjang lebar.
“Aku bukan anak pengusaha sepertimu.” Kata Yoka pelan. Sedetik kemudian Yoka menyesal mengucapkan kalimat itu.
“Aku tidak sempurna seperti apa yang kau pikir. Tapi aku yakin, bersama denganmu, aku akan menjadi sempurna.” Kata Donghae sambil tersenyum.
Yoka menyunggingkan senyumnya dan menghapus air matanya yang menetes. Gadis itu langsung memeluk Donghae. “Kalau aku boleh berbicara, aku juga merindukanmu. Aku tidak sempurna tanpamu.” Kata Yoka terharu.
Donghae membalas pelukan Yoka. “Saranghaeyo. Aishiteru.” Kata Donghae pelan di telinga Yoka.
“Arigatoo, Donghae.” Kata Yoka sambil memeluk Donghae dengan erat.
=THE END=

Eonni mianhae, aq nyebrang g blang2,,
BalasHapusFF na romantis bgt,,
Eon bsa bhs jepang jg ya...? mau donk diajarin bhs jepang...
hehe
@tsukari : aq ga bisa bahasa jepang.... aq buat FF itu sambil buka buku bahasa jepang. gomawo ya udah suka ama ff ini
BalasHapuseonniiiiii ahahha akhirnya bisa komen juga wkwk
BalasHapusnice ff eonni, tp yeoja itu siapa? hehe
#MVPstar
@ Rina saeng... itu buat Echy sebenernya.... cuma aq post di blog aja.... takut siders....
BalasHapus